Era persaingan Bata Merah vs Bata Ringan

images (4)

Penggunaan bata merah sebagai elemen pengisi dinding sudah jamak Anda lihat di berbagai bangunan. Material ini seolah sudah mendapat tempat tersendiri di hati para pemakainya. Lantas, bagaimana dengan material lain?

Belakangan ini sudah banyak bermunculan bahan bangunan yang menggunakan teknologi tinggi dan berbagai gabungan rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Namun, bata merah tetap memiliki kelebihan tersendiri, terutama dalam hal kekuatan.Untuk mendapatkannya pun tidak terlalu sulit.

Hampir di tiap bangunan diaplikasikan bata merah sebagai salah satu konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24 x 12 x 6 cm bisa dibilang cukup murah dan mudah didapat. Bata merah juga merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar tanah liat atau lempung. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional. Lantaran pembuatannya yang masih tradisional, bila Anda perhatikan dengan teliti, ukuran maupun tekstur bata merah jadi tidak selalu sama persis. Meski demikian, bukan berarti si batu merah ini tak bisa menghiasi bangunan rumah Anda.

Arsitek Denny Setiawan menuturkan,bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan beberapa mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu. Lazimnya berukuran 24 x 12 x 6 cm.Kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari setelah melewati proses pengeringan,lalu masuk dalam tahap pembakaran dalam tungkuuntuk membuat bata tersebut menjadi kuat.

“Bata merah yang bagus biasanya akan keras, tahan api, dan tahan terhadap pelapukan sehingga sangat berperan penting dalam pembuatan dinding dan lantai. Harga material ini pun cukup murah,” kata Denny.

Namun, bukan berarti batu bata yang tampil natural ini tidak mempunyai saingan. Seiring dengan perkembangan teknologi, selain bata merah, terdapat pula bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, juga awet. Bata ringan biasanya dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin berteknologi tinggi. “Bata ringan atau beton biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan satu lagi kelebihannya adalah memiliki tingkat kerataan yang cukup baik,” papar Denny.

Biasanya bata ringan dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan,dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding. Pasti sebagian dari Anda ada yang masih mempertanyakan kekuatannya, apakah bata ringan bisa menggantikan penggunaan bata merah? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat perbandingannya. Di balik tekstur yang tidak rata dan pembuatannya yang masih tradisional, bata merah memiliki kelebihan yang akan memikat hati Anda.

Salah satunya tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus,dan yang terakhir,material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api.

“Salah satu kelebihan mengaplikasikan bata merah sebagai bahan bangunan adalah,relatif jarang terjadi keretakan pada dinding. Kalaupun ada,keretakan itu biasanya terjadi pada lapisan acian dan cat yang tidak tahan terhadap perubahan cuaca.Selain itu,kedap terhadap air sehingga jarang sekali terjadi rembesan pada tembok,” tutur Denny. Kemudian,bagaimana dengan bata ringan? Material bangunan yang memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm,dan tebal 75 cm ini memiliki bahan dasar pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan aluminium.

Denny menuturkan,salah satu kelebihan bata ringan adalah memiliki ukuran yang sama sehingga pada saat dipasang bakal menghasilkan satu bentuk dinding yang rapi. Material ini pun lebih ringan daripada bata merah yang dapat memperkecil beban struktur. Pengerjaannya lebih cepat daripada pemakaian batu bata biasa dan memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa bumi. Bata ringan memang memiliki beban yang jauh lebih ringan. Namun, dalam pengaplikasiannya membutuhkan bahan yang cenderung mahal.

Sementara, bata merah memiliki bobot yang sedikit lebih berat, tetapi unggul dalam hal pengerjaannya. “Penerapan bata ringan dan bata merah untuk rumah tinggal sebenarnya boleh-boleh saja, tinggal bergantung pada kebutuhannya. Namun, untuk bangunan yang rendah seperti rumah tinggal, disarankan memakai bata merah karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding,” tutur Denny.

(Sumber: Koran Sindo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s