Desain Rumah Cantik dengan Mengekspose Bata Merah

Tekstur dan tampilan batu bata ekspos pada interior ruangan memang dapat menarik perhatian, apalagi jika Anda menyukai gaya tradisional, eklektik, atau industrial. Tampilan yang dihasilkan oleh material batu bata ekspos juga membuat ruangan terasa hangat, homey, dan dengan penataan yang tepat dapat memberikan sentuhan artistik pada ruangan. Tak hanya itu, dinding batu bata ekspos sekarang mulai populer dan banyak digunakan baik untuk hunian maupun ruang publik seperti restoran atau cafe berkat tampilannya yang menarik.

Keuntungan menggunakan material batu bata ekspos selain tampilannya yang unik adalah lebih ekonomis dalam pemasangan dan perawatannya, perawatannya juga mudah, dan cocok untuk memberikan nuansa yang rustic dan sederhana pada ruangan. Dinding batu bata ekspos bisa dibuat mengguakan batu bata balok atau bata tempel. Jika Anda sudah terlanjur memiliki dinding yang sudah diplester, tak usah dibongkar! Cukup gunakan bata tempel yang bisa jadi solusi untuk mendapatkan tampilan batu bata ekspos. Pemasangannya juga cukup mudah seperti menempelkan keramik atau batu alam.

Berikut ini ada tips yang perlu Anda perhatikan dalam pemasangan batu bata ekspos. Pertama, pilih batu bata khusus yang memang tujuannya untuk diekspos. Pasang dengan teliti dan presisi, dan sebaiknya menggunakan semen instan untuk merekatkannya untuk hasil yang lebih baik, Pemasangannya juga harus dilakukan bertahap, jangan lupa untuk menggunakan waterpass untuk mendapatkan ketinggian yang sama. Terakhir lapisi permukaan batu bata dengan finishing atau coating agar tahan lama.

Bagaimana apakah Anda termasuk salah satu yang menyukai tampilan interior dengan batu bata yang di ekspos? Jika anda butuh bahan batu bata berkwalitas untuk mewujudkan hunian impian Anda, jangan lupa menghubungi kami: 081219502133/22 atau 0877881414153/54

Advertisements

Mengantisipasi Gempa Bumi, Anda Pilih Mana: Batako, Bata Ringan atau Bata Merah?

Anda sedang menimang-nimang untuk bangun rumah, atau mungkin sedang mencari rumah sehingga mungkin penting menelisik secara detail, jenis dan kwalitas material apa yang dipergunakan oleh para tukang untuk membangun dan memoles rumah Anda. Nah, di dalam dunia bangun membangun, konstruksi dinding rumah, dinding pagar tidak termasuk dinding hati 🙂 kita kenal ada tiga jenis bahan bangunan pembuat dinding yang lasim dipakai orang yakni; Bata Merah, Batako (Batako Putih, Batako Press, Bataton), Bata Ringan.

Nah, bagaimana perbandingan antara material-material ini? Berikut artikel yang ditulis http://pradinipus.wordpress.com.

BATAKO PUTIH (TRAS)

  • Batako putih dibuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak, lalu dibakar. Tras merupakan jenis tanah berwarna putih / putih kecoklatan yang berasal dari pelapukan batu-batu gunung berapi.
  • Umumnya memiliki ukuran panjang 25-30 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 14-18 cm.
  • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
  • Batako tras = 25 buah
  • Semen = 0,215 sak
  • Pasir ayak (pasir pasang) = 0,025 m3
  • Kelebihan dinding batako putih:
    1. Pemasangan relatif lebih cepat.
    2. Harga relatif murah.
  • Kekurangan dinding batako putih:
    1. Rapuh dan mudah pecah.
    2. Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
    3. Dinding mudah retak.
    4. Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, antara 7,5-9 m2.

BATAKO SEMEN PC / BATAKO PRES

  • Batako pres dibuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu.
  • Ada yang dibuat secara manual (menggunakan tangan), ada juga yang menggunakan mesin. Perbedaannya bisa dilihat pada kepadatan permukaan batakonya.
  • Umumnya memiliki ukuran panjang 36-40 cm, tebal 8–10 cm, dan tinggi 18-20 cm.
  • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
    1. Batako pres = 15 buah
    2. Semen PC = 0,125 sak
    3. Pasir ayak (pasir pasang} = 0,015 m3
  • Kelebihan dinding batako pres:
    1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
    2. Pemasangan lebih cepat.
    3. Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.
  • Kekurangan dinding batako pres:
    1. Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras.
    2. Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
    3. Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya

BATATON

Bataton terbuat dari campuran semen, agregat, pasir, kerikil, air dan bahan khusus lain. Bahan-bahan ini dicetak dalam berbagai bentuk yang kemudian disebuat sebagai bataton. Bentuk-bentuk bataton ini menyisakan rongga pada bagian dalamnya.Rongganya bisa diisi baja untuk tiang kolom, juga bisa sebagai jalur pipa air dan kabel listrik.

Banyak pilihan bentuk bataton yang diproduksi oleh Holcim ini. Sebut saja blok beton berprofil H untuk dinding, bataton profil U untuk balok pengikat fondasi (sloof ), dan balok pengaku (ringbalk ), serta bataton bentuk kolom. Sedangkan bataton balok, rooster , dan lengkung menjadi material pendukung elemen rumah.

Rongga pada bataton dapat berperan juga sebagai isolator panas. Rongga tersebut dapat menangkap rambatan radiasi panas pada dinding akibat terpapar terik matahari. Dengan begitu, suhu radiasi panas pada dinding tak seluruhnya merembes sampai ke dalam ruangan.
Daya tarik lain dari bataton adalah proses konstruksinya lebih ekonomis jika dibandingkan bata merah. Contohnya pembuatan dinding bata merah yang memerlukan bingkai struktur (kolom praktis, sloof , dan ringbalk ), yang harus menggunakan cetakan (bekisting ). Selain menunggu masa keras beton, bekisting pada bingkai struktur dinding tadi harus dilepas. Untuk pemasangannya, minimal satu hari, dicor, besok dilepas, baru dipasang lagi. Kalau pakai blok beton cukup dalam satu hari, dapat diisi tulangan besi, lalu bisa ditaruh pada atasnya. Tidak perlu menggunakan bekisting. Jadi hemat kayu, waktu dan tenaga. Konstruksi jadi lebih ekonomis.

BATU BATA MERAH 

  •  Batu bata merah dibuat dari tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Tidak semua tanah lihat bisa digunakan. Hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu.
  • Umumnya memiliki ukuran: panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm.
  • Berat rata-rata 3 kg/biji (tergantung merek dan daerah asal pembuatannya).
  • Bahan baku yang dibutuhkan untuk pasangan dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya, 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Untuk dinding yang tidak harus kedap air, dapat digunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.
  • Kelebihan dinding bata merah: Kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan, Keretakan relatif jarang terjadi, Kuat dan tahan lama, Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9-12 m2.
  • Kekurangan dinding bata merah:Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya, Biaya lebih tinggi jika dibandingkan dengan batako.

BATA RINGAN

  •  Bata hebel dibuat dengan mesin di pabrik. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.
  • Bata ini terbuat dari campuran semen, pasir dan foam atau zat kimia yang berfungsi untuk memekarkan adonan campuran sehingga bata ini tidak padat, tidak kokoh namun rapih.
  • Bisa langsung diberi aci tanpa harus diplester terlebih dulu, dengan menggunakan semen khusus. Bahan dasar acian/semen tersebut adalah pasir silika, semen, filler. Untuk menggunakannya, semen ini hanya dicampur dengan air. Tetapi bisa juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako.
  • Umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8–10 cm.
  • Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan:
    1. Bata hebel/celcon = 8 buah
    2. Semen instan = 11,43 kg
    3. Air = 0,15–0,16 liter
  • Kelebihan dinding bata hebel/celcon:
    1. Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
    2. Pemasangan lebih cepat.
    3. Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9–12.
    4. Ringan, tahan api, dan mempunyai kekedapan suara yang baik.
  • Kekurangan dinding bata hebel/celcon:
    1. Bata ringan lebih berfungsi sebagai sekat, bukan sebagai konstruksi dinding karena tidak kokoh akibat campuran zat kimia atau foam sehingga kepadatan campuran pun sangat rendah.
    2. Bata ini tidak kuat untuk digunakan pada dinding di lantai bawah, rumah bertingkat. Tengok saja, ruko, apartemen atau rumah 2-3 lantai, kebanyakan menggunakannya untuk dinding lantai atas karena ringan dan tidak kokoh/kuat.
    3. Harga relative lebih mahal.
    4. Tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini.
    5. Hanya toko material besar yang menjual dan penjualannya dalam jumlah m3.

    Ferdinand Lamak

Asal Bata, Tentukan Kwalitas Bata dan Harganya. Bata Terbaik Dari Daerah Mana?

Karena terbuat dari material yang berbeda-beda, meskipun sama-sama tanah, namun batu bata pun memiliki kwalitas yang berbeda-beda, tergantung dari mana asal atau lokasi pabriknya. Kwalitas dilihat dari saya tahan patah/hancur serta kerapihan batu bata tersebut. Batu bata yang rapih, akan lebih memuaskan konsumen, apalagi jika ingin digunakan pada dinding ekspose.

Karena kwalitas yang berbeda-beda ini pula, konsumen atau kontraktor serta para tukang bangunan di Jabodetabek mengenal beberapa jenis batu bata dengan kwalitas dan harga yang berbeda-beda. Bagi mereka yang sudah mengetahui, perbedaan harga ini menjadi sebuah kewajaran. Namun, buat yang masih awam, tentu saja informasi ini perlu diketahui agar lebih tepat dalam menentukan material batu bata apa yang terbaik dari sisi kwalitas dan harga.

Berikut beberapa jenis batu bata berdasarkan daerah asal serta keunggulan-keunggulannya:

BATA CILEGON

Dari segi kwalitas, batu bata Cilegon tidaklah jauh berbeda dengan batu bata asal Garut. Ciri-ciri khusus yang dimiliki pun nyaris sama. Hanya, dari sisi ukuran, batu bata Cilegon umumnya sedikit lebih kecil dengan ukuran rata-rata 20 x 10 x 4 cm dengan toleransi susut maksimal 2 milimeter.

 

 

Ciri-ciri khusus:
– Nyaring bunyi bata beradu bata
– Warna merah bata
– Kadar pasir yang proporsional
– Tidak mudah hancur
– Bagus untuk jadi dinding ekspose

Batu bata Cilegon sangat terkenal di kawasan Tangerang, Serpong dan Bintaro. Perumahan-perumahan elit di kawasan ini, rata-rata menggunakan batu bata asal Cilegon dan Kramat Watu, di dekat Cilegon. Hal berikut yang memudahkan adalah akses transportasi dari Cilegon ke Jakarta yang relatif mudah serta lancar sehingga meskipun berjarak jauh namun perhitungan harga beli di Jakarta, masih kompetitif dengan bata seukuran dari daerah lain.

BATA CIKARANG – KARAWANG – CIKAMPEK – PARUNG PANJANG

Batu bata jenis ini tidak sulit Anda temui. Datang saja ke toko material, maka Anda bisa mendapatkan batu bata ukuran kecil, 18 x 9 x 3.7 cm, nah itulah batu bata Cikarang. Perbedaannya dengan batu bata Karawang dan Cikampek hanya di ukuran saja, lebih besar sekitar 20 x 10 x 4. Namun, mereka memiliki kesamaan dalam kwalitas produknya.

Ciri-ciri khusus:
– Material tanah padat, bobotnya berat namun tidak nyaring jika batu bata saling beradu.
– Kadar pasirnya rendah sehingga bata mudah patah dan hancur
– Jika tidak matang, mudah hancur terendam air
– Warnanya merah pucat bahkan bercampur orange dan putih
– Bekas potongannya tidak rapih dan kasar

Karena kadar pasirnya  rendah dan lempungnya tinggi, pada saat pembuatannya, material tanah harus dicampur dengan sekam padi sebagai serat pengikat unsur lempung tanah. Karena serat pengikat sekam padi ini memiliki keterbatasan daya ikat, batu bata ini tidak boleh langsung terkena sinar matahari sebab akan patah dan hancur. Itu sebabnya, pabrik bata di Cikarang, Karawang dan Cikampek tidak menjemur batu batanya di alam terbuka. Hal ini yang menyebabkan sulitnya mendapatkan batu bata dari kawasan ini di saat musim hujan.

BATA SUKABUMI

Belakangan ini konsumen/kontraktor/tukang yang ingin mendapatkan bata dalam ukuran besar, selalu mencarinya ke Sukabumi. Cisaat merupakan sentra batu bata yang belakangan sering dikunjungi karena ketebalan bata di sana mencapai 6 cm dengan panjang 21 s/d 22 cm dan lebar 11 cm. Kwalitas batu bata Sukabumi, sedikit lebih bagus karena material tanahnya meskipun berasal dari bekas persawahan, namun kadar pasirnya sudah mulai ada sehingga daya tahannya lebih baik.

Ciri-ciri khusus:
– Sedikit kadar pasir
– Ukuran jumbo dan warnanya merah tua
– Bekas potongannya masih kasar

Bagi pembeli dari Jabodetabek, kendala utama membeli batu bata dari Sukabumi adalah ongkos transport yang tinggi, bahkan hampir menyamai harga batu batanya sendiri.

BATA GARUT

Sejumlah konsumen yang sangat selektif memilih material bata yang bagus, tentu sudah mengenal batu bata asal Garut. Dengan ukuran rata-rata 20 x 10 x 5 cm, batu bata Garut memiliki kwalitas yang bagus dan sudah dikenal luas, khususnya di Bandung dan sekitarnya.

Ciri-ciri khusus:
– Nyaring bunyinya jika bata beradu bata
– Warna merah bata
– Kadar pasir yang proporsional
– Tidak mudah hancur
– Bagus untuk jadi dinding ekspose

Bagi pembeli dari Jabodetabek, kendala utama membeli batu bata dari Garut, sama dengan bata Sukabumi yakni ongkos transport yang tinggi, bahkan hampir menyamai harga batu batanya sendiri.

Untuk Pemesanan Bata Cilegon
Hubungi : 081219502133 atau 0878-8531-1231

Tidak Semua Batu Bata Merah Itu Layak Anda Pakai untuk Bangunan Anda

20-Spaces-Featuring-Beautiful-Brick-Walls-16
Beberapa acuan sederhana dalam memilih dan melihat bata merah yang baik ketika diterima di lokasi proyek (pemeriksaan cepat) :

  • Tidak banyak yang pecah atau hancur (lihat pada tumpukan di lokasi penjualan atau atas truk ketika sampai di proyek, serta setelah diturunkan tidak boleh bertambah terlalu banyak yang pecah)
  • Bentuk dan ukuran relatif seragam, tidak banyak benjolan yang tidak beraturan
  • Bentuk bata merah harus relatif prismatis, tidak boleh melengkung
  • Warna merah bata bagus dan relatif seragam
  • Jika digores dengan besi terdengar suara garing dan tidak membekas terlalu dalam
  • Jika dogores dengan kuku tidak boleh tergerus oleh goresan kuku
  • Jika dibelah, warna merah bata pada penampang belahan bagus dan relatif seragam
  • Jika dibanting di atas tanah tidak terbelah lebih dari 25% jumlah pengecekan
  • Jika dibanting di atas batu atau lantai, bata terbelah dan tidak hancur
Bata merah yang baik tidak menyerap air lebih dari 10% berat keringnya :

  • Timbang bata merah kering
  • Rendam dalam air selama 24 jam
  • Timbang kembali dan hitung penambahan beratnya
  • Setelah direndam air 24 jam, tidak boleh menjadi rapuh dan mudah hancur
Bata merah tidak boleh mengandung terlalu banyak garam :

  • Rendam bata dalam posisi tegak (berdiri), sedalam sekitar
  • Diamkan selama 24 jam
  • Lihat apakah muncul bercak putih di permukaan, tidak boleh lebih dari 50% permukaan tidak terendam muncul bercak putih (akibat garam yang tertarik dari proses penyerapan air)
Ukuran bata merah yang terlalu kecil akan menyebabkan borosnya pemakaian spesi untuk perekat pasangan bata. Ukuran bata merah yang terlalu besar akan membuat pasangan dinding bata lebih lemah dalam kekuatannya.

Ferdinand Lamak 

Perlukah dinding dari bata merah dicat?

20-Spaces-Featuring-Beautiful-Brick-Walls-19

Menggunakan batu bata sebagai aksen memang dapat mempercantik rumah. Namun, terkadang penampilan batu bata justru dapat merusak penampilan rumah. Untuk memperbaikinya, tak jarang orang tergoda untuk mengecat batu bata di rumahnya. Padahal, ada baiknya keinginan itu ditunda dulu. Diana Zumeta dari Brick Restoration, Scott Crocker dari Crocker Breslin Architects, dan Rick Watson dari Sherwin-Williams memberikan komentarnya mengenai pengecatan kembali batu bata.

Haruskah batu bata dicat?

Pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan mengecat batu bata, baik pada interior maupun eksterior. “Mayoritas bata tidak pernah dimaksudkan untuk dicat,” kata Crocker.

“Batu bata berumur panjang, tanpa perawatan, tanpa cat, namun membutuhkan perencanaan yang hati-hati,” ujarnya.

Menurut Brick Industry Association, jika Anda mengecat bata eksterior, Anda sebaiknya mengecat kembali setiap tiga sampai lima tahun. Kualitas bata juga akan menentukan pilihan Anda. Bata yang mudah rusak, mudah rapuh, berada dalam konsisi buruk adalah kandidat yang buruk untuk pengecatan. Cat menghambat pori-pori natural di permukaan bata. Ini akan membesarkan masalah yang memang sudah ada sebelumnya.

Selain mengecat, mengelupas cat dari bata bukan merupakan proses mudah. Anda harus menggunakan bahan kimia, dan seringkali cat tetap tidak terkelupas.

Tak bisa mundur

Setelah Anda memutuskan untuk mengecat batu bata Anda, tidak ada jalan untuk mundur kembali. “Tanyakan pada diri Anda sendiri, jika Anda ingin menutupi sesuatu yang seharusnya diperlakukan berbeda,” kata Crocker.

Ia menyarankan untuk mengontak langsung pemilik gedung sebelumnya, pemilik awal, atau bahkan orang yang membangun rumah untuk menemukan masalah yang mungkin akan muncul.

“Anda harus sangat berhati-hati ketika mengubah hiasan eksterior dari sebuah dinding,” kata Crocker.

Kelembaban adalah kekuatiran yang biasanya segera muncul. Air dapat memasuki bata melalui pori-porinyaa, sambungan mortar yang tidak sempurna, dan celah lain. Maka, pastikan bata Anda benar-benar kering sebelum dicat. Risiko jangka panjang akan terhindar, jika Anda memastikan hal ini terlebih dahulu. Bahan-bahan kimiawi natural dari batu bata juga akan berpengaruh pada ketahanan cat yang Anda berikan.

Residu

Menurut Brick Industry Association, mayoritas bata bersifat netral, namun mortar seringkali memiliki kandungan alkalin. Produk cat akan terpengaruh. Jadi, bahan yang tahan alkalin lebih disarankan. “Pemekaran” adalah sebutan bagi residu berwarna putih yang menyebalkan. Residu ini seringkali tampak pada dinding bata berusia tua. Residu ini terbuat dari penumpukan garam yang larut di air. Namun, seringkali residu berasal dari kelembaban di dalam bata.

Anda bisa menghilangkan “pemekaran” ini dengan air dan sikat sebelum mengecat bata Anda. Tunggu dan lihat, apakah residu ini akan kembali. Jika kembali, Anda membutuhkan bantuan profesional.

Sumber: KOMPAS

Pakai batu bata merah, lebih tahan gempa bumi

Banyak rumah warga papua yang hancur akibat gempa

Batu bata sudah lama jadi salah satu bahan pokok dalam mendirikan bangunan. Namun, bahan bangunan dari campuran air dan tanah liat ini masih rentan retak jika terkena goncangan keras, meski dilekatkan dengan semen. Melihat kelemahan batu bata biasa yang mudah retak, siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 5 Kota Madiun berhasil melakukan penelitian untuk menemukan formula batu bata yang lebih kuat.

Para remaja ini berhasil menemukan komposisi bahan baku batu bata yang lebih baik sehingga terbukti memiliki daya tahan dan daya lekat lebih kuat dibanding batu bata yang selama ini dibuat perajin tradisional. Bahan campurannya sederhana, murah, dan mudah didapatkan.

“Tanah liat dicampur dengan karbon aktif yang terkandung dalam abu asap pembakaran tebu,” ujar bekas siswa SMU Negeri 5 Kota Madiun, Nina Milasari, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 28 Juli 2012. Setelah lulus SMU tahun 2011, Nina kini kuliah di Universitas Brawijaya, Malang.

Karbon bekas pembakaran tebu itu merupakan limbah pabrik gula di Madiun. Abu asap (dust) limbah pabrik gula itu mengandung silikat yang tinggi. Silikat adalah senyawa yang mengandung satu anion dengan satu atau lebih atom silikon pusat yang dikelilingi ligan elektronegatif. “Silikat atau silikondioksida (SiO2) memiliki daya rekat yang tinggi dan biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan semen atau konstruksi lainnya,” katanya.

Nina menambahkan, awalnya dirinya dan teman-temannya memanfaatkan karbon aktif itu untuk briket yang bisa dijadikan bahan pembakaran. “Setelah tahu mengandung silikat yang tinggi, kami mencoba memanfaatkannya untuk campuran batu bata,” ucapnya.

Batu bata yang bahan bakunya dicampur dengan silikat menjadikan batu bata lebih ringan sehingga lebih tahan getaran atau gempa. “Batu bata dengan campuran karbon ini cocok digunakan untuk bangunan di daerah rawan gempa,” tuturnya.

Setelah dilakukan beberapa kali eksperimen, diperoleh volume ideal komposisi campuran karbon pada batu bata, yakni 10 persen dengan kuat daya tekan 28,25 kilogram per sentimeter persegi. Kuat daya tekan ini sudah melebihi standar nasional Indonesia (SNI) sebesar 21 kilogram per sentimeter persegi.

Eksperimen juga dilakukan dengan komposisi karbon yang lebih sedikit, yakni 5 persen. Dengan kadar karbon 5 persen, batu bata memiliki daya tekan lebih kuat, yakni 30,67 kilogram per sentimeter persegi. Komposisi karbon yang lebih banyak, yakni 15 persen, juga diuji, dan hasilnya batu bata memiliki kuat daya tekan 21,28 kilogram per sentimeter persegi. Namun, komposisi karbon 5 persen dan 15 persen itu tidak direkomendasikan. “Bagi kami, campuran karbon yang idel adalah 10 persen,” ucapnya.

Kekuatan daya tekan batu bata tahan gempa ini sudah pernah diuji di Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Rekan satu tim Nina sewaktu SMU dulu, Christina Kartini, menambahkan, batu bata tahan gempa ini tak hanya lebih kuat, biaya produksinya diklaim lebih hemat dan menguntungkan dibanding batu bata biasa atau tanpa campuran karbon. Dalam hitungan mereka, biaya produksi 1.000 batang batu bata tahan gempa Rp 160 ribu, sedangkan biaya produksi 1.000 batang batu bata konvensional Rp 172 ribu. “Harga jualnya sama, Rp 350 ribu per 1.000 batang,” ujarnya.

Dengan biaya produksi yang lebih murah dan harga jual yang sama, maka keuntungannya lebih besar. Dengan asumsi biaya produksi Rp 160 ribu dan harga jual batu bata di Madiun Rp 350 ribu per 1.000 batang, pembuatnya akan mendapatkan laba Rp 190 ribu. Sedangkan laba dari batu bata biasa lebih kecil, yakni Rp 178 ribu. “Ada selisih laba Rp 12 ribu,” tuturnya.

Penelitian dua siswa ini dibukukan dalam karya tulis ilmiah dan memenangkan salah satu medali emas Olimpiade pelajar tingkat dunia di bidang lingkungan, yakni International Environmental Project Olympiad (Inepo) di Turki tahun 2010. Karya ilmiah mereka berjudul “The Use of Sugar Factory Dust in Making Seismic Resistant Bricks atau Kegunaan Limbah Abu (Dust) Asap Pabrik Gula dalam Membuat Batu Bata Tahan Getaran (Gempa)”.

Guru pembina fisika SMA Negeri 5 Kota Madiun, Imam Zuhri, mengatakan, pihaknya sangat terbuka jika ada perajin batu bata yang memanfaatkan formula batu bata tahan gempa. “Penelitian anak-anak ini tidak ditujukan untuk komersial, yang penting bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, sejak ditemukan formula komposisi campuran karbon dalam pembuatan batu bata, sejumlah perajin di Madiun dan sekitarnya mulai menggunakannya. “Kami senang karena sudah banyak perajin batu bata yang memanfaatkan hasil penelitian anak-anak,” ujarnya.

Sumber: TEMPO

Era persaingan Bata Merah vs Bata Ringan

images (4)

Penggunaan bata merah sebagai elemen pengisi dinding sudah jamak Anda lihat di berbagai bangunan. Material ini seolah sudah mendapat tempat tersendiri di hati para pemakainya. Lantas, bagaimana dengan material lain?

Belakangan ini sudah banyak bermunculan bahan bangunan yang menggunakan teknologi tinggi dan berbagai gabungan rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Namun, bata merah tetap memiliki kelebihan tersendiri, terutama dalam hal kekuatan.Untuk mendapatkannya pun tidak terlalu sulit.

Hampir di tiap bangunan diaplikasikan bata merah sebagai salah satu konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24 x 12 x 6 cm bisa dibilang cukup murah dan mudah didapat. Bata merah juga merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar tanah liat atau lempung. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional. Lantaran pembuatannya yang masih tradisional, bila Anda perhatikan dengan teliti, ukuran maupun tekstur bata merah jadi tidak selalu sama persis. Meski demikian, bukan berarti si batu merah ini tak bisa menghiasi bangunan rumah Anda.

Arsitek Denny Setiawan menuturkan,bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan beberapa mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu. Lazimnya berukuran 24 x 12 x 6 cm.Kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari setelah melewati proses pengeringan,lalu masuk dalam tahap pembakaran dalam tungkuuntuk membuat bata tersebut menjadi kuat.

“Bata merah yang bagus biasanya akan keras, tahan api, dan tahan terhadap pelapukan sehingga sangat berperan penting dalam pembuatan dinding dan lantai. Harga material ini pun cukup murah,” kata Denny.

Namun, bukan berarti batu bata yang tampil natural ini tidak mempunyai saingan. Seiring dengan perkembangan teknologi, selain bata merah, terdapat pula bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, juga awet. Bata ringan biasanya dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin berteknologi tinggi. “Bata ringan atau beton biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan satu lagi kelebihannya adalah memiliki tingkat kerataan yang cukup baik,” papar Denny.

Biasanya bata ringan dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan,dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding. Pasti sebagian dari Anda ada yang masih mempertanyakan kekuatannya, apakah bata ringan bisa menggantikan penggunaan bata merah? Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat perbandingannya. Di balik tekstur yang tidak rata dan pembuatannya yang masih tradisional, bata merah memiliki kelebihan yang akan memikat hati Anda.

Salah satunya tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus,dan yang terakhir,material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api.

“Salah satu kelebihan mengaplikasikan bata merah sebagai bahan bangunan adalah,relatif jarang terjadi keretakan pada dinding. Kalaupun ada,keretakan itu biasanya terjadi pada lapisan acian dan cat yang tidak tahan terhadap perubahan cuaca.Selain itu,kedap terhadap air sehingga jarang sekali terjadi rembesan pada tembok,” tutur Denny. Kemudian,bagaimana dengan bata ringan? Material bangunan yang memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm,dan tebal 75 cm ini memiliki bahan dasar pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan aluminium.

Denny menuturkan,salah satu kelebihan bata ringan adalah memiliki ukuran yang sama sehingga pada saat dipasang bakal menghasilkan satu bentuk dinding yang rapi. Material ini pun lebih ringan daripada bata merah yang dapat memperkecil beban struktur. Pengerjaannya lebih cepat daripada pemakaian batu bata biasa dan memiliki ketahanan yang baik terhadap gempa bumi. Bata ringan memang memiliki beban yang jauh lebih ringan. Namun, dalam pengaplikasiannya membutuhkan bahan yang cenderung mahal.

Sementara, bata merah memiliki bobot yang sedikit lebih berat, tetapi unggul dalam hal pengerjaannya. “Penerapan bata ringan dan bata merah untuk rumah tinggal sebenarnya boleh-boleh saja, tinggal bergantung pada kebutuhannya. Namun, untuk bangunan yang rendah seperti rumah tinggal, disarankan memakai bata merah karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding,” tutur Denny.

(Sumber: Koran Sindo)